Unikkah bisnis saya?
UNIKKAH BISNIS SAYA?
Salam sehat penuh semangat..
Saya sungguh menyesal tidak bisa ikut sayembara “Bagaimana membuat bisnis unik” karena bisnis saya kata orang sudah unik sejak awal mula hingga sekarang dan seterusnya tetap unik dan menarik.
Sayang sekali saat acara TDA Conference at YM XIII, saya sedang mengadakan acara pengobatan gratis yang diikuti oleh kurang lebih 70 peserta. Berbarengan dengan acara tersebut saya mengajarkan pola hidup sehat dengan memahami pantangan makanan beberapa penyakit. Misalnya penderita kanker maupun keluarga yang punya potensi terkena penyakit kanker. Sebaiknya menghindari makanan yang dibakar, digoreng berulang-ulang, serta makanan yang pedas dan mengandung banyak lemak. Hindari makan durian, nangka, lengkeng, nenas dan anggur dan lain sebagainya. Selain itu juga saya memberikan pemahaman cara membaca rajah tangan yang membuat pengunjung jadi penasaran dan akibatnya saya terus dinilai sebagai para normal. Pada hal saya sungguh2 normal. Solusi yang saya sarankan bila bacaannya kurang baik ya DOA. Trik saya ini merupakan strategi pemasaran agar konsumen penasaran mendengarkan penjelasan aneka produk lalu dengan senang hati mau membeli.
Unikkah bisnis saya?
Setelah membaca resume mbak Nadia tentang TDA Conference, saya merasa bahwa sejak awal mula merintis usaha secara otodidak saya sudah berusaha membuat sesuatu yang beda dan Unik. Kuncinya berani tampil beda dan kita punya ciri khas yang tidak dimiliki orang lain. Benar seperti kata pak Isdiyanto, hal itu sangat mempengaruhi pemasaran. Meski tidak bisa ikutan sayembara, namun saya ingin sharing untuk anda semua mudah-mudahan ada manfaatnya. Ini kisah usaha yang saya kelola. Tolong dinilai pak Isdiyanto, meski tidak bisa ikut sayembara nggak apa2 kok.
Klinik Herbal Ning Harmanto semula bernama klinik Mahkotadewa yang resmi didirikan tgl 3 November 2002 . Karena ramuan herbal yang digunakan bukan hanya Mahkotadewa maka namanya diganti dengan Klinik herbal Ning Harmanto, sesuai dengan nama pengelolanya. Pada mulanya Ning Harmanto bersama teman-temannya yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani Bunga Lili merintis usaha membuat ramuan herbal sejak th 1999. Sejak saat itu Ning dikenal jadi “bakul jamu”.
Ketika itu nama Mahkotadewa tidak begitu dikenal masyarakat karena buahnya dikenal beracun. Namun, dari pengalaman keluarga ibu kandungnya yang sakit dan divonis dokter tinggal menghitung hari ternyata bisa bertahan hidup hingga 3 tahun dengan konsumsi ramuan herbal Mahkotadewa digabung dengan aneka herbal lainnya. Selain itu juga dari pengalaman pribadinya yang pernah menderita tumor payudara sembuh dengan ramuan yang sama. Akhirnya Ning dengan tekun dan gigih mengembangkan Mahkotadewa menjadi aneka macam bentuk ramuan. Ternyata racun itu malah benar-benar jadi obat.
SERBA MAHKOTADEWA
Seiring dengan berjalannya waktu dibantu suaminya Ir. Harmanto mengembangkan kliniknya menjadi sebuah perusahaan bernama PT.MAHKOTADEWA INDONESIA . Yang menarik, sebelum usahanya menjadi perusahaan, Pemda DKI Jakarta setiap kali mengirim undangan sudah menuliskan nama PT Mahkotadewa. Usaha Ning cepat sekali berkembang dan dikenal karena “KEUNIKANNYA”. Selain nama perusahaan, Ning juga menulis 7 judul buku yang mengupas tuntas Mahkotadewa. Ada13 produk yang dibuat Ning juga menggunakan nama Mahkotadewa disingkat MADE. Selanjutnya menggunakan herbal Mahkotadewa sebagai bahan pokok untuk mengobati aneka macam penyakit. Maka menyebut Mahkotadewa ingat Ning Harmanto. Maka tak heran bila hampir semua media elektronik dan puluhan media cetak pernah mengekspose kegiatan yang dilakukannya.
Ning berhasil mengembangkan buah Mahkotadewa menjadi bahan pokok aneka produk herbal dalam bentuk instant, racikan, kapsul, obat luar minyak, shampoo, bedak krim. Nama produknya mempunyai ciri nama MADE yang merupakan singkatan MAhkotaDEwa. Mulai dari nama instant MADE I, MADE II, MADE III, nama racikannya MADE, CANGKANG MADE, kemudian nama kapsul MADE, MADECA, MADE PROSTAM. Selanjutnya nama obat luar Minyak MADE, Obat gosok MADE, Minyak urut MADE. Ada lagi dua produk yang menggunakan nama Mahkotadewa yakni Madu Mahkotadewa dan kapsul simplisia Mahkotadewa. Jadi setidaknya ada 13 produk yang berbahan baku dan menggunakan nama MAHKOTADEWA. Produk-produknya yang lain kurang lebih ada 53 macam seperti teh celup dan bumbu masak herbal selalu ada unsur Mahkotadewa.
Ning Harmanto yang selalu berpakaian dan bertopi ungu semakin dikenal dan mampu menciptakan brand image karena seiring dengan berkembangnya usaha, Ning juga menulis buku. Yang menarik judul buku yang ditulis serba menggunakan nama Mahkotadewa sesuai dengan pengalamannya menangani banyak pasien. Judul buku tersebut antara lain : 1.Mahkotadewa obat pusaka para dewa, 2. Menaklukan penyakit bersama Mahkotadewa, 3.Mahkotadewa Panglima penakluk Kanker, 4. Menaklukan Diabet Melitus bersama Mahkotadewa, 5.Menggempur Asam Urat dan Rematik bersama Mahkotadewa, 6. Mahkotadewa mengatasi Kolesterol, 7. Menaklukan penyakit hewan kesayangan dengan Mahkotadewa. Hampir semua buku yang ditulis selalu cetak ulang, bahkan buku yang pertama hingga saat ini sudah cetak ulang sampai 20 kali.Tidak hanya itu, Ning juga melakukan banyak kerjasama dengan kalangan peneliti dari LIPI dan beberapa Universitas, mengupas tuntas khasiat Mahkotadewa. Kini produknya sedang disiapkan menjadi obat herbal terstandard.
M.Wuryaning Setyawati biasa dipanggil Ning Harmanto karena suaminya Ir.Harmanto mempunyai 3 anak yang sudah dewasa dan anak sulungnya sudah memberinya cucu. Setiap kali ditanya wartawan tentang cita-citanya selalu dijawab produk jamunya mendunia dan punya Rumah Sakit Herbal. Bagi Ning tiada hari tanpa menulis buku dan terus menulis dengan gaya tulisan sederhana dan mudah dipahami. Bekerja sama dengan penerbit bukunya, Ning selalu siap talk show ke berbagai toko buku, radio dan stasiun televisi. Setiap kali juga diminta menjadi pembicara seminar oleh berbagai perusahaan dan instansi pemerintah. Berbagai kendala dan rintangan selalu dihadapi dengan rasa syukur dan ikhlas, semua pasti ada hikmahnya. Bermacam penghargaan dari pemerintah dan media cetak menjadi penambah semangatnya untuk terus berkarya dan berjuang mengembangkan herbal yang merupakan potensi alam Indonesia.
Nah, para sahabat, pemaparan kisah usaha saya bukan untuk menyombongkan diri bahwa usaha saya memang unik. Namun, saya sangat berharap anda sekalian juga bisa mengembangkan potensi alam Indonesia yang masih belum banyak tergali. Setidaknya ada 10.000 tanaman obat milik kita yang belum semuanya dimanfaatkan. Sesungguhnya Indonesia tidak kalah dengan negeri China atau negara lainnya. Menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 52, mari kita bebaskan negeri tercinta ini dari kemiskinan dan kebodohan. Kita bangun negeri kita tercinta dengan kasih dan cinta. Betapa indahnya kehidupan ini bila kita semua berani membebaskan diri dari kemarahan dan sakit hati. Jayalah Indonesiaku, Merdeka Bangsaku. Indonesiaku bersatu.
Salam dan doaku
Ning Harmanto
Penulis buku dan bakul jamu.
Recent Comments