LOA sesudah menikah
Seri II. MENOLONG ORANG SUSAH
Tahun 1980 saya menikah dengan pacar setia tentunya, namanya Harmanto. Maka tak heran kalau saya membuat keputusan setelah menikah berganti nama dari M.Wuryaning Setyawati jadi Ning Harmanto saja. Ini terinspirasi dari sebutan ibu Tien Suharto, memadukan nama sendiri dan nama suami. Sayangnya para suami nggak ada yang mau mencantumkan nama istri dibelakang namanya ya. Kecuali teman-teman akrab saya sering menyebut suami dengan panggilan “Pak Ning”.
Tahun pertama menikah masih nebeng di rumah kakak nomer 4, namanya mbak Tuty tinggal di daerah Tanjung Priok, karena mendapat pekerjaan yang berbeda. Saat hamil tua rumah kakak kebanjiran dan saya pindah kontrak rumah di Kampung Ambon, hanya satu kamar tapi ada dapur kecil dan kamar mandi, kontrak dua tahun bayarnya rp.240.000,-. Saya dan suami punya program keinginan yang sama,lima tahun menikah punya rumah, lima tahun kemudian punya mobil. Meski kami berbeda keyakinan saya katholik suami muslim, kami selalu doa tengah malam bersama. Suami tahajud saya doa rosario. Ternyata hampir semua doa dikabulkan Tuhan. Suami dapat pekerjaan di Astra Graphia, Jakarta, saya di kantor asuransi kerugian.
Setelah melahirkan anak pertama umur 40 hari kami mendapat ujian Tuhan. Baru seminggu masuk kerja saat berboncengan dengan suami kita mengalami tabrakan. Suami terlempar di trotoar saya tertimpa motor dan tak berapa lama kemudian dari belakang saya kelindas motor lagi. Pepatah mengatakan sudah jatuh ketimpa motor lagi. Tak heran kalau tulang iga saya sampai retak lima dan gegar otak.
Tubuh saya benar-benar lemas tak berdaya, melakukan gerakan sedikit saja di tempat tidur sakitnya nggak ketulungan. Anehnya nafas juga tersengal-sengal. Tiga hari kemudian di Rumah sakit semua suster panik dan keluarga saya semua berkumpul dengan wajah tegang. Mulanya saya tidak mengerti mengapa mereka panik dan tegang. Meski lemas namun saya tetap sadar dan bersemangat untuk tetap hidup. Ternyata HB saya tinggal 5 dan nafas saya nampak aneh dan berat. Setelah dicek ternyata akibat tulang iga patah ke dalam itu banyak darah dan cairan masuk ke paru-paru. Mau tidak mau harus ada tindakan membuat lubang di bagian samping dada untuk mengeluarkan darah dan cairan. Sakitnya sulit diungkapkan dengan kata-kata, apalagi selang pembuang cairan itu dihubungkan dengan mesin penyedot dan nempel terus di tubuh selama seminggu. Sejak itu meski sudah bisa keluar dari rumah sakit, saya menjadi manusia yang sakit-sakitan. Bahkan menurut hasil MRI otak kiri saya nggak normal lagi. Alamak….jadi saya ini termasuk manusia tidak normal….
Meski begitu saya tidak pedulikan medical record itu. Justru dalam hati saya bertekad membuktikan saya bukan manusia cacad. Semangat saya untuk bangkit begitu menggebu-gebu karena mempertimbangkan anak saya masih bayi. Sejak itu saya tidak bisa bekerja kantor lagi dan harus terima jadi iburumah tangga biasa.Untunglah mertua berkenan mengasuh anak saya dan dibawa ke Lampung. Sambil memulihkan kesehatan saya belajar banyak hal tentang ketrampilan wanita. Ya menjahit, bikin kue, merajut, salon dan rias pengantin. Setelah fisik saya kuat, saya minta ijin mertua untuk mengasuh anak. Belum genap lima tahun menikah, kami bisa beli rumah di daerah Plumpang, perumahan NyiurMelambai II. Uang muka beli rumah berkat suami tugas di Amerika lalu di sana bisa gratis transportasinya karena ditolong orang negro yang baik hati. Setelah punya rumah dan direnovasi kami berdua berkeinginan punya mobil, ternyata dikabulkan juga meski mobil bak terbuka dan fasilitas kantor. Tahun 1984 kami menempati rumah sendiri dan mendapat tambahan dua anak.
Ketika ibu mengunjungi rumah saya, ibu berpesan :” Nduk, meski suamimu bisa ngasihuang kamu tapikalau kamu bisa cari duit sendiri akan lebih enak. Kamu juga lebih enak kalau mau menolong saudaramu yang susah. Teringat kata simbok lagi ”nolongin yang susah”. Di rumah sendiri saya merintis usaha salon dan rias pengantin. Saya seringkali juga merangkap-rangkap pekerjaan. Habis merias saya jadi MC, lalu sesekali nyambi memotret dan shooting videojuga. Kadang kala uangnya pengantin terbatas tapi kepingin macem-macem. Dari pada order hilang ya sudah saya jalani jadi perias pengantin merangkap tukang ini dan itu.. Ya sambil nolongin orang susah biar mereka seneng. Banyak pasangan yang uangnya pas-pasan untuk biaya menikah lalu solusi saya, dariawal menanyakan punya dana berapa nanti kita yang ngatur jadinya seperti apa, Bisnis rias merias pengantin sebenarnya sudah cukup lumayan namun capeknya juga nggak ketulungan karena hampir segala macam harus ngurusin sendiri, maklum belum berani punya banyak karyawan. Jadi yang membantu ya temen-temen arisan dan keluarga.
Nah sekian lama bisnis menyenangkan orang senang, lalu karena ibu sakit dan saya sendiri juga punya tumor di payudara, akhirnya bertemulah dengan buah Mahkotadewa untuk solusi penyakit ibu dan saya sendiri. Kejadiannya tahun 1998. Ibu yang semula diperkirakan umurnya tinggal menghitung hari ternyata bisa bertahan 3 tahun. Saya sendiri tanpa operasi, tumor bisa hilang dengan ramuan herbal Mahkotadewa digabung dengan umbi dewa, temu putih temu mangga,sambiloto dan lainnya ternyata sembuh.Sambila merias pengantin, saya coba-coba meracik jamu.
Meski tidak punya latar belakang medis dan farmasi, jalan Tuhan saya bisa berinovasi membuat macam-macam ramuan.Mulai dari racikan, teh celup,kapsul, instant, obat luar minyak, produk kecanttikan , madu herbal untuk anak-anak.hingga bumbu masak. Saya menggabungkan beberapa herbal sesuai dengan literatur dan feeling dan diteliti di Litbang Depkes dan LIPI, semuanya bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Bahkan kini dibantu tim medis dan para peneliti ramuan saya paket kanker dipercaya masyarakat dari berbagai negara al. Amerika, Australia, Eropa, Singapore, Malaysia dan lain-lain.
Usaha membuat jamu yang semula hanya coba-coba ternyata malah berkembang baik karena berbagai media cetak dan elektronik yang meliput kegiatan saya. Konsumen atau pasien yang sembuh mau diwawancarai wartawan. Saya mencatat semua pengalaman menangani pasien yang sembuh maupun yang gagal untuk terus dijadikan pengalaman. Saya menuliskannya dalam.berbagai buku sehat dengan herbal. Buku yang paling laris judulnya ”Mahkotadewa Obat Pusaka para dewa”. Sudah cetak ulang sampai 20kali. Atas saran temen-temen dokter sayapun mendirikan klinik herbal Mahkotadewa bulan November th 2002. Supaya urusan bisnislebih tertata bersama suami saya mendirikan perusahaan namanya PT.Mahkotadewa Indonesia, bulan Januari tahun 2003. Hari demi hari usaha makin berkembang dan berkembang. Dari satu klinik menjadi sepuluh klinik. Dalam berbisnis saya menggunakan pola subsidi silang. Bagi yang tidak mampu tetap bisa berobat sesuai dengan kemampuannya. Nah yang mampu membayar sesuai harga standard. Pola seperti ini sering berbenturan dengan kepentingan marketing, namun saya tidak peduli, yang penting bagaimana caranya saya bisa menolong orang susah.
Yang namanya usaha ada saja kendalanya. Mulai dari keluarnya beberapa karyawan sekaligus yang membuat usaha tandingan sampai kesalahan karyawan yang mengatur keuangan. Sudah gitu saya kena denda ratusan juta. Bahkan lebih rumit lagi pabrik yang baru dibangun di Bantul terkena gempa bumi rata dengan tanah. Sebagian karyawan juga terus panik dan beberapa ada yang keluar takut saya tidak bisa bayar. Meski sedikit stres saya coba tenangkan keluarga dan karyawan dengan mengatakan begini : Sudah, jangan panik, tenang saja. Usaha kita ini untuk menolong orang (baik yang sakit maupun yang nggak punya pekerjaan). Kita pasti ditolong Tuhan. Saya yakin kita senang menolong pasti kalau susah juga ditolong. Meskiibaratnya orang usaha sudah jatuh tertimpa tangga namun saya dan suami terus berdoa memohon petunjuk Tuhan diberikan jalan yang terbaik. Akhirnya pelan tapi pasti usaha mulai berkembang lagi. Ada saja yang membantu modal tempat atau nasehat serta suntikan dana Bank bisa membuat kami tetap tegar dan berkibar. Saya juga memperdalam hipnoterapi yang saya kembangkan menjadi Hipnosis in praying yang sangat bermanfaat menolong orang sakit agar cepat sembuh.
Saya mulai banyak diminta menjadi narasumber ”HEALTH EDUCATOR” di beberapa radio dan berbagai komunitas masyarakat. Seringkali bekerja sama dengan dokter Sukanto untuk memasyarakatkan pola hidup sehat melalui gerakan Olah Raga dan herbal serta Hipnosis in praying atau tidur dalam doa. Bagi yang bisa menghayati tekanan darah tinggi langsung turun dan yang menderita sinusitis langsung ’plong’.
Buyer dari beberapa negara seperti Eropa dan Asia, sudah serius membawa produk herbal saya ke berbagai negara. Beberapa perusahaan dalam negeri juga menjalin kerja sama win win solution. Beberapa stasiun TV bahkan membuat tayangan ulang liputan usaha saya dan beberapa media cetak membantu promosi melalui artikelnya. Berbagai penghargaan diberikan oleh pemerintah dan swasta karena kegigihan dan upaya saya memanfaatkan potensi alam Indonesia.
Sujud syukur kepada Tuhan ada saja yang menolong dan membantu. Apakah ini hukum LOA itu? Bulan Oktober tahun 2007 ini majalah Wirausaha dan Keuangan yang beroplah 40.000 eksemplar itu menjadikan saya sebagai Cover story majalahnya. Initentu merupakan dukungan promosi yang luar biasa. Alhamdulilah, syukur kepada Allah. Semoga saya dan keluarga besar Mahkotadewa Indonesia mampu menolong orang susah. Agar hidup ini tidak susah setiap malam saya selalu berulangulang memprogram pikiran. Sehat, sukses, bahagia.
Ning Harmanto.
Jakarta, 4 Oktober 2007
salam kenal buat oma aning, kisah kehidupan anda sangat menjadi penyemangat bagi orang yang membacanya, semoga akan masih banyak yang mengikuti jejak anda.