Bukan dokter dipanggil dokter.
Milad ke 5 dan peresmian klinik Online
Puji syukur kepada Tuhan, acara milad klinik herbalku ke 5 dan peresmian klinik Online Ning Harmanto berlangsung dengan meriah dan membahagiakan. Acara Milad ditandai dengan pemotongan tumpeng dan peniupan lilin pada kue ulang tahun yang dibuat oleh adikku Defi. Pelayanan klinik Online ditujukan untukmemberikan pelayanan tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Kini pasien dari berbagai penjuru dunia bisa kami layani melalui email dan Chating YM. Pelayanan Online ini bisa mengunjungi website www.ningharmanto.com.
Bermula dari anjuran sahabatku seorang ahli bedah kanker dokter Henry Naland (RS.OMNI) agar menuliskan dan mencatat status pasien lalu saat mengikuti pelatihan olahan pangan yang diadakan oleh Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, seorang dokter menganjurkan buka klinik tradisional saja.
“Bu Ning buka klinik tradisional saja kalau memang seneng membuat olahan herbal”.
“Maksud dokter klinik untuk orang sakit?”, tanya saya bingung ketika itu.
“Lha iya klinik untuk menyembuhkan orang sakit dan untuk orang sehat yang tidak mau sakit tapi pasien nggak harus nginep”.
“Saya bukan dokter, memangnya bisa minta ijin klinik?”
“Ya bisa, namanya klinik tradisional. Bu Ning sebagai BATRA (pengobat tradisional).”
Nah itu sekelumit kisah dan alasan mengapa akhirnya saya yang bukan dokter membuka klinik tradisional. Saya adalah orang pertama di Jakarta Utara yang mengurus legalitan atau ijin klinik tradisional. Lima tahun yang lalu saya belum punya tim dokter. Sesaat setelah suamiku Ulang tahun maka diresmikan klinik tradisional Mahkotadewa tgal 3November 2007 yang sekarang jadi klinik herbal Ning Harmanto.
Dari semula satu klinik di Jl.Soka BB 16, Jakut kini berkembang menjadi 10 klinik dan beberapa perwakilan klinik yang tersebar di seluruh Indonesia. Klinik pusatku kini berlokasi di Jl.Cemara Angin Blok AA no.37 , Jakarta Utara. Kami menangani pasien dengan berbagai macam keluhan penyakit. Mulai dari sakit yang ringan sampai yang tidakada harapansecara medis. Puji syukur pada Tuhan puluhan ribu pasien datang dan mempercayai pelayanan kami. Sudah banyak sekali media cetak koran, majalah, tabloid mewawancaraiku dan hampir semua stasiun TV yang ada di Indonesia pernah meliput kegiatanku. Besok hari Senin 5 November untuk pertama kalinya stasiun TV Jerman akan membuat film dokumenter pengobatan tradisional dengan jamu.
Bukan dokter dipanggil dokter .
“Dokter, saya ini sakit apa sih. Kalau bangun tidur badan malah sakit semua”
Mulanya saya dan tim konsultan klinik yang bukan dokter kaget dan nggak enak hati, berulang kali dipanggil dokter. “Begini lho dokter keluhan saya ini, sakit saya itu…dst”.
Hal ini bisa dimaklumi karena masyarakat luas sudah terbiasa kalau berobat ke klinik biasanya ya dilayani dokter. Sejak tahun 2003 klinik herbalku diperkuat oleh tim dokter yakni dokter Yuni dan dokter Jamal. Dokter yang pertama kali membantuku adalah dokter senior namanya dokter Utami, kini beliau sudah pensiun.
Hal yang sangat mengharukan saat acara Milad kemarin adalah keiinginan beberapa pasien untuk bertemu langsung dengan saya. Ada tiga orang pasien yang sudah cukup tua memaksa dilayani lebih dulu sebelum acara dimulai.
“Pokoknya saya datang ke sini karena kepingin ketemu Bu Ning”.
“Ada dokter juga lho pak,kalau mau lebih jelas secara medis”.
“Kalau dokter saya sudah sering bisa ketemu. Tetangga saya dokter, anak saya juga dokter. Kalau Bu Ning, nah ini yang susah dicarinya, maka saya harus ketemu dan berkonsultasi sebentar saja….”
Hal seperti ini sering sekali saya hadapi bila saya berkeliling ke klinik-klinik saya atau ke daerah untuk suatu acara road show. Mereka begitu mantab dan lega kalau sudah bertemu Ning Harmanto. Nah, sering kali ada kejadian yang lucu dan menggelikan. Sebagian pasien sering kali keliru dan memaksa memanggil kakak saya ibu Tuty dan ibu Eko sebagai Bu Ning. Hal ini karena penampilan mereka sering diduga mirip saya. Mulai dari kacamata dan potongan rambut dan postur tubuh yang nyaris sama.
“Saya kakaknya Bu Ning, nama saya bu Tuty”, jelas kakak saya kepada pasien.
“Ah Bu Ning ini seneng bercanda. Saya tahu persis fotonya Bu Ning di majalah. Bu Ning kok ngaku-ngaku Bu Tuty sih.” Begitu pula halnya dengan bu Eko juga sering dipaksa mengakui kalau dia Bu Ning. Meski sudah dijelaskan yang sebenarnya pasien tetap bersikukuh sudah ketemu Bu Ning. Jadi daripada mengecewakan keyakinan pasien, Bu Tuty dan bu Eko mengiyakan saja keyakinan pasien. Kini begitu banyak yang tahu ciri khas saya selalu pakai topi ungu, mereka mulai lebih mengenali.
Acara Milad ke 5 dan peresmian klinik Online diawali dengan sambutan pembukaan dilanjutkan dengan pelayanan pengobatan gratis. Kemudian ada pemotongan tumpeng dan tiup lilin. Setelah sebagian pasien mendapatkan obat herbal lalu saya memberikan pemahaman tentang hipnosis in praying atau tidur dalam doa untuk mempercepat kesembuhan. Meski situasi mall ada hingar bingar musik namun begitu kita praktek dengan mendengarkan suara saya dari CD, sebagian besar pasien tertidur dengan lelap dan begitu buka mata merasa badan lebih segar dan bugar. Setelah itu ada demo masak pudding Sutea (susu dan teh Kateena) serta SUPKRIM dengan bumbu herbal SupNing dan FlourNing. Kemudian dokter Sukanto memberikan Brain gymn diakhiri dengan latihan gerakan sehat bersama.
Salam dan doa sehat sukses bahagia.
Ning Harmanto
Recent Comments