Efek samping herbal No, efek depan Yes.
Saat seorang dosen UI mampir ke stand saya di pameran ulang tahun HKI ke 9 tanggal 4 Mei 2009 yang lalu di Universitas Indonesia bertanya:
“Maaf bu Ning sebenarnya herbal itu ada efek sampingnya apa enggak sih?”
“Efek samping herbal No, efek ke depan yes”, jawab saya berteka teki.
“Maksudnya?, tanyanya agak bingung.
“Iya pak, yang bener itu minum herbal nggak ada efek sampingnya, yang ada efek kedepan terus seminggu tujuh hari”. Lalu secara spontan temennya pak dosen mencontohkan gerakan jalan maju ke depan dengan perut dimajukan. Yang melihat adegan itu tentu saja tertawa terbahak-bahak. Bisa dipahami kalau masyarakat banyak yang ragu mengkonsumsi obat herbal karena beberapa berita miring tentang jamu/herbal yang sering dicampur dengan bahan kimia membahayakan kesehatan, dicekal Badan POM. Berita miring tersebut diberitakan berulang-ulang di berbagai mass media. Sebenarnya bila pengolahan obat herbal itu benar sesuai dengan standard prosedur CPOTB atau HACCP, lalu mengkonsumsinya sesuai anjuran tentunya aman.
Untuk memastikan dan mengukur perkembangan penyakit atau proses penyembuhan seseorang memang perlu diagnosis secara modern dan kerja sama dengan tenaga medis. Di klinik herbal Ning Harmanto 7 tahun terakhir hingga kini dilengkapi dengan pelayanan konsultasi medis oleh dr. Jamal dan dr.Yuni serta tim therapi buka syaraf untuk membantu mempercepat penyembuhan melalui data pasien. Dengan demikian akan memudahkan memberikan ramuan yang tepat kepada masing-masing pasien karena ada kepastian penyakitnya dan lebih terukur kesembuhannhya. Kita juga dengan mudah menganalisa data pasien yang hadir dari bulan ke bulan juga mengetahui berapa pasien yang kembali berobat dan yang tidak kembali kita cari tahu apa sebabnya. Data-data yang terkumpul juga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap ramuan yang kita buat karena perkembangan kesembuhannya terukur secara ilmiah.
Bagi para BATRA atau klinik herbal, mempunyai status pasien yang baik akan mempunyai manfaat sangat banyak antara lain: 1. Merupakan bukti/dokumentasi yang dapat dipercaya dan bisa dipertanggung jawabkan 2. Sebagai bahan penelitian dari keberhasilan dan kegagalan pengobatan yang dilakukan 3. Menjadi bukti ilmiah atau Semi ilmiah dari apa yang kita lakukan. 4. Mempermudah memberikan therapy lanjutan, 5. Meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan ramuan tradisional sebagai pengobatan yang utama bukan alternatif lagi. 6. Sebagai analisa sebab dan akibat terjadinya reaksi yang muncul Kelemahan pengobatan tradisional selama ini adalah justru sifat menyembunyikan apa yang ditemukan dan semua tindakan yang dilakukan malah dirahasiakan. Masih sangat sedikit dokumen pengobatan tradisional yang tertulis dan informasi ramuannya hanya berdasarkan perkiraan, misalnya segenggam, sejimpit dan sebagainya. Hal seperti ini justru merupakan salah satu kelemahan yang menyebabkan pengobatan tradisional ketinggalan dibandingkan pengobatan konvensional modern yang sudah terukur dan teruji secara nyata khasiatnya. Kebalikannya dengan Ilmu Kedokteran konvensional, tidak ada bahkan tidak boleh ada sesuatu yang dirahasiakan bagi kalangan kedokteran. Kecuali bagi yang tidak berhak mengetahui harus dijaga kerahasiannya. Status pasien atau catatan pasien secara lengkap lalu disimpulkan melalui penelitian Uji Klinis Pragmatis di klinik herbal Ning Harmanto akan bisa juga mengukur berapa lama pasien bisa sembuh dari sakitnya. Selain bisa juga untuk meningkatkan dan mempelajari khasiat ramuan yang diberikan dan juga mengetahui reaksi-reaksi yang muncul setelahnya. Mengkonsumsi ramuan tradisional sesungguhnya lebih aman karena meski kadang bereaksi negatif seperti misalnya badan panas dingin, lemas, mual dan sebagainya namun tidak membahayakan. Sebaliknya apabila therapy pengobatan modern salah obat atau kelebihan dosis akibatnya sering fatal. Masyarakat mulai kritis bila kini sering terjadi pasien salah obat. Seperti misalnya contoh kasus Sukma Ayu. Saat datang ke rumah sakit kondisinya bagus dan hanya mengalami luka di siku tangannya karena jatuh. Setelah dioperasi entah karena apa ternyata kondisinya justru memburuk dan bahkan kini koma berminggu –minggu dan selanjutnya entah bisa tertolong atau tidak, hanya Tuhan yang tahu. Salam sehat sukses mulia.
Ning Harmanto
Recent Comments