Sindroma nefrotik bisa normal dengan herbal
Sindroma nefrotik,
Puji Tuhan 3 pasien sindroma nefrotik yang semula bengkak-bengkak seluruh tubuhnya, kini kondisinya sudah mulai membaik setelah minum ramuan herbal yang bersifat diuretic dan menetraliisir racun selama 3 sd 6 bulan. Secara medis penyakit seperti ini sulit disembuhkan. Untuk menjaga jangan sampai terjadi gagal ginjal pasien harus minum obat medis selama 10th.
Sindrom nefrotik (SN)berhubungan dengan gagal ginjal. Penyakit yang disebabkan karena nefrotik sindrome dapat menyebabkan glomeruli ginjal rusak dan tentunya dapat mempengaruhi kemampuan untuk membersihkan darah. Edema yang awalnya terjadi di daerah kaki, tentunya dapat juga mempengaruhi (terjadi edema) jaringan ginjalnya sendiri dan mempengaruhi kemampuan ginjal untuk membersihkan darah.
Gagal ginjal dapat berupa CRF (cronic renal failure) atau ARF (Acute renal failure). Hiperkoagulasi, yaitu keadaan dimana darah cepat menjadi beku. Ini artinya mereka memiliki risiko tinggi terjadi bekuan darah di vena-vena kaki dan vena ginjal yang mengangkut darah dari ginjal. Banyak pasien yang mendapatkan obat pengencer darah untuk menghindari komplikasi.
Pengobatan SN yaitu dengan cara menghentikan kehilangan protein didalam urine, dan meningkatkan jumlah urine. Umumnya dokter akan memberikan obat prednison. Banyak anak-anak yang keadaannya membaik dengan pemberian obat ini. Prednison digunakan untuk menghentikan kehilangan protein dalam darah yang keluar melalui urine. Setelah 4 minggu terapi, umumnya anak sudah mulai lancar mengeluarkan air seninya.
Bila urin lancar edemanya pun hilang. Bila sudah tidak ada protein dalam urine, dokter akan mulai menurunkan dosis prednison untuk beberapa minggu. Namun tidak pernah men-stop pemekaian prednison. Jika obat ini distop atau diberikan terlalu banyak atau terlalu sedikit, anak akan menderita sakit. Suatu saat anak akan merasa sehat, namun suatu saat akan menderita lagi, setelah beberapa waktu ia merasa sehat. Sakit akan terjadi lagi saat pasien mengalami infeksi virus, seperti saat flu atau demam. Prednison adalah obat yang baik, tetapi memiliki banyak efek samping. Misalnya: – terasa lapar – badan menjadi gemuk – jerawat – perubahan mood (kadang sedih, kadang gembira) – overactive – mudah mengalami infeksi – terjadi pertumbuhan yang lambat Efek samping akan tampak bila dosis prednison besar dan digunakan terus menerus, bila penggunaan distop, semua efek samping akan hilang.
Jika prednison tidak dapat bekerja atau jika anak mengalami efek samping yang serius, dokter dapat mengganti dengan obat lain, yang disebut obat immunosuppresive. Obat ini menurunkan sistem immune tubuh. Banyak yang efektif dengan obat ini, namun tidak untuk semua anak. Dokter akan menjelaskan tentang baik buruknya penggunaan obat ini. Karena efek sampingnya adalah peningkatan kejadian infeksi, rambut rontok dan peningkatan produksi sel darah. Orang tua harus memperhatikan anak yang menggunakan obat ini karena dapat terjadi infeksi virus chicken pox. orang tua harus segera melaporkan ke dokter bila terkena infeksi chicken pox saat menggunakan obat ini. Pasien juga biasanya diberikan diuretik. Obat ini membantu ginjal dalam mengatur fungsi pengeluaran garam dan air. Obat yang biasa digunakan adalah furosemid. Bila pasien mulai mengalami masalah mual atau diare, harus segera dilaporkan karena dikhawatirkan kehilangan cairan terlalu banyak. Bila protein sudah tidak ada didalam urine, diuretik harus distop. Prognosis Kadang-kadang, bila nefrotik sindrom tidak memiliki gangguan spesifik, sebagian besar anak akan sembuh setelah mengalami sakit sekitar 10 tahun atau menjelang dewasa. Beberapa anak mengalami hanya satu serangan nefrotik sindrom. Bila pasien tidak mengalami serangan lagi selama tiga tahun, prognosisnya akan baik. Banyak anak yang mengalami dua atau lebih serangan. Serangan lebih sering tejadi pada satu atau dua tahun pertama. Setelah 10 tahun, hanya satu dari lima anak yang akan mengalami serangan. Bila seorang anak mengalami beberapa kali serangan, sebagian besar dari mereka akan mengalami kerusakan ginjal permanen.
Dari pengalaman herbalis ibu Alexia Wispranti yang berpraktek di ITC BSD lt dasar: C 3 no 7 menjelaskan bahwa Sindroma nefrotik itu mempengaruhi fungsi penyaringan glomeruli ginjal. Biasanya pasien harus minum banyak obat medis. Sindrom ini ditandai dgn tingginya kadar protein dalam urin dan rendahnya kadar protein dalam darah, kadar kolesterol tinggi dan pembengkakan kelopak mata, kaki. Penderita sindroma nefrotik itu mulai dari anak kecil(bayi baru dilahirkan/bawaan) sd orang dewasa
Alexia Wispranti : bulan Juli sd Agustus 2011 ini sudah di klinik ada 3 pasien yg berobat dengan kasus yg sama. Semuanya sudah membaik ditandai dgn kadar protein yg sudah turun dari 4+ menjadi 1+, dan pembengkakan diseseluruh tubuhnya sudah hilang. Secara bertahap pasien diminta mengurangi dosis penggunaan obat medis. Setidaknya pasien minimal minum obat medis untuk penurunan kolestrol (sympastatin).
Dengan menggunakan herbal yang bersifat diuretic dan membuang racun dan mengencerkan darah al. daun dewa, Mahkotadewa, akar alang-alang dan pegagan berangsur-angsur pasien mengalami perubahan membaik dan bahkan dua pasien kadar protein berubah dari 4+ menjadi 1+. Kondisi seperti ini tentunya terjadi karena Doa dan ketekunan pasien minum ramuan herbal dan selalu menjaga makanan sehat alami. Hindari makanan yang diawetkan, penyedap rasa kimia, pengawet makanan, makanan yang dibakar dan digoreng berulang-ulang juga wajib dihindari.
Diringkas oleh Ning Harmanto.
Referensi: 1. http://www.nephrologychannel.com/nephrotic/ 2. cnserver0.nkf.med.ualberta.ca/nephkids/childhoodns.
makasih atas infonya,ini sangat membantu buat kesembuhan anak saya..