Home > Chickensoup > Pengalaman jualan jamu di Singapura….

Pengalaman jualan jamu di Singapura….

Salam sehat penuh semangat,

dsc05930.jpg dsc05934.jpg

Suasana peresmian cara pameran The second fruit and vegetables Fair 2007 di Pasar Pasir Panjang , Singapura dan saya sedang bergaya saat pameran.

Hallo ….hallo apa kabar anda semua. Beberapa hari ini saya tidak bisa online karena berada di negara tetangga, Singapura. Rasanya kuangen lho jari jemariku tak bisa menari-nari diatas laptop. Semuanya ini terjadi karena berkat Tuhan saya berhasil mendapatkan fasilitas pemerintah RI mengikuti pameran The second fruit and Vegetables Fair 2007 yang lokasinya ada di Pasar Induknya Singapura, yakni Pasir Panjang. Semula saya membayangkan pasar yang berbau dan becek seperti halnya di Indonesia eh….ternyata Pasarnya Singapura itu rapih bersih dan wangi…..sayur tuh. Saya mengawali perjalanan dengan sedikit deg-degan karena ini pengalaman pertama jalan sendiri tanpa didampingi suami dan asisten pribadi hi hi…kalau bawa pendamping harus bayar tiket sendiri….Karena saya terpilih sebagai duta pengusaha agrobisnis bidang herbal maka saya ya dibayarin semuanya alias gratis. Alhamdulilah banget….diberi kemudahan bermimpi keliling dunia. Saya sendiri sebelumnya pernah keluar negeri dua kali yakni ke Myanmar th 1997 mendampingi suami lalu ziarah rohani ke Lourdes dilanjut keliling ke beberapa negara Eropah th 2003. Kalau keluar negeri khusus untuk jualan jamu offline, ini kesempatan pertama. ….Syukur pada Tuhan semuanya berjalan dengan lancar dan kalau diumpamakan bertanding olah raga saya merasa..vini vidi vici…. Saat sebelum berangkat saya mencoba menghubungi temen milis yang tinggal di Singapura dan akhirnya mendapat kontak langsung dari milis TDA namanya mas Boby dan mas Rio (ada ceritera spesial pertemuan dengan mas Boby dan mas Rio).

dsc05939.jpg

Foto bersama duta besar RI di Singapura yang mengenakan baju batik biru. Saya duduk di depan berbaju ungu dan bertopi ungu.

Rombongan pengusaha/petani Indonesia yang berangkat dari Jakarta ada 7 orang, yakni petani/pengusaha mangga (2 orang), petani/pengusaha belimbing (1orang), pengusaha sayur mayur (3 orang) plus saya sendiri sebagai pengusaha olahan herbal. Ada3 pendampingdari Departemen pertanian. Pengusaha agrobisnis dari daerah lain jumlahnya ada sekitar 50 orang. Kita berangkat dari Jakarta dengan pesawat Garuda jam 14.55 WIB namun harus kumpul jam 10.00 pagi karena yang dibawa hasil pertanian seperti sayurdan buah-buahan harus dikarantina lebih dulu. Saya sendiri bawa contoh buah Mahkotadewa dan olahan teh celup, racikan, kapsul, madu dan bumbu masak herbal. Setibanya di Bandara Changi Singapura kita semua berdecak kagum dengan keindahan dan penataan Bandara yang begitu indah, bersih dan sangat menarik. Singapura sangat peduli lingkungan yang indah dan hijau. Kapan ya Indonesia bisa seperti di sana? Nah sesampainya di hotel Grand Central tempat menginap….tanpa ganti baju kita langsung berangkat menuju lokasi makan malam (wah maaf saya lupa nama hotelnya). Pokoknya di situ disediakan makanan yang semuanya halal. Suasana restoran hotel itu sangat ramai….kita boleh makan sepuas-puasnya tanpa harus mikir bayarnya berapa…haha…. lha iya wong dibayari KBRI…..Saya mencari makanan yang khas restoran itu yakni ikan pari bakar dan otak-otak spesial Singapura. Selanjutnya saya menikmati makan buah naga putih dan naga merah sepuasnya.

dsc05940.jpg

Foto bersama duta besar baju batik biru dan pimpinan rombongan ibu Gayatri berbaju dan berkerudung coklat serta temen2 pengusaha.

Di restoran itu saya bertemu dokter Dewi sahabat lama yang jadi pengusaha rempah dan dia ikut pameran dengan biaya sendiri… Karena keesokan harinya harus berpameran maka rombongan dipersilahkan pulang kalau sudah kenyang…..he he karena kekenyangan temen saya pak Iksan tertidur di restoran hotel itu….saya tak sampai hati klo dia tertinggal di negeri orang. Lalusaya bangunkan pakai jurus ’kudu bangun’ berulangkali baru dia terbangun dalam kebingungan dan sungkan. Car lancar lancar rejeki lancar hujan berhenti.Nah ringkas ceritera…. pagi2 benar kita harus bangun lalu mandi dan saya bernyanyi-nyanyi dengan gembira hati untuk menghilangkan grogi. Lagunya saya karang sendiri.”Syukur….car lancar lancar rejeki lancar”. Di perjalanan saya jadi agak pendiam karena cuaca mendung dan ternyata hujan mulai turun rintik-rintik. Hampir semua anggota rombongan (50anorang) mengeluh dan….sayapun sempat pesimis….namun entah ada kekuatan dari mana saya tiba-tiba langsung merubah sikap menjadi ceria dan gembira.
Saya bilang begini : Bapak-bapak ibu-ibu….yuk kita bersyukur saja hujan ini anggap saja rejeki. Nah untuk menghalau perasaan gundah…yuk kita bilang begini ”Car lancar lancar rejeki lancar……yuk semuanya bilang ya car lancar lancar rejeki lancar”. Lalu ada temen yang nyeletuk…”Bu Ning ini hujannya semakin deras….bagaimana mungkin rejeki lancar kalau pengunjung pameran nggak ada?”. Oh iya ya kalau gitu kita minta Tuhan menghentikan hujannya ya, nah sekarang ngomongnya begini ”Car lancar lancar rejeki lancar hujan berhenti…..yuk ulangi lagi car lancar lancar rejeki lancar hujan berhenti. Ulah saya yang aneh dan unik ini (gaya saya lucu kali….) ada yang mengikuti ada juga yang menertawakan saya seolah saya ini pelawak kurang kerjaan. Begitu bus sudah berhenti di parkir pameran….hujan justru semakin deras…..namun the show must go on.
Kami semua harus segera turun dan mempersiapkan pameran. Dalam hati saya terus dan tetap berdendang car lancar lancar rejeki lancar hujan berhenti.
Apa yang terjadi selanjutnya? Saya jadi kebingungan dan kalang kabut…..he he belum selesai menata dagangan lho kok sudah dikerubungi banyak pembeli, dan syukur padaTuhanhujan bener2 langsung berhenti. Yang mengerubungi saya mula2 orang Indonesia….sesama peserta pameran….lalu menyusul penduduk singapur yang berasal dariberbagai Negara dan hamper semuanya beli….alhamdulilah banget. Nah selanjutnya tiada henti meja pameran saya selalu ramai didatangi pengunjung. Mungkin karena penampilan saya paling beda kali ya (serba ungu, bertopi baret diikat kain ungu….). Nah ada sedikit kecerobohan saya dalam menghitung jumlah angka pembelian karena saya biasa ngitung hrg produk dalam jumlah rupiah tapi tiba2 harus ngitung dollar Singapur. Staf saya sebenarnya sudah memberikan catatan harga dollar namun karena sendirian jadi lama kalau harus memelototi harga yang aneh karena pakai sen sen gitu.Berulangkali saya salah hitung dan salah memberikan kembalian.Misalnya saya hitung harga produk S$ 9,8 lalu dia bayar S$10. Harusnya saya kembalikan 20 sen saja tapi karena bingung saya kembalikan S$2. Salah kembalian dan salah hitung ini terjadi berulangkali namun anehnya pembeli selalu berbaik hati mengembalikan kelebihannyaBahkan saya ditolong manajer bank Indonesia yang tinggal di Singapura dengan menggunakan kalkulatornya,dia yang menghitungkan jumlah pembelian…hi hi…maklum saya bener2 kebingungan karena laris. Pameran yang dimulai dari jam 10.00 mulai nampak sepi saat jam 14.00 namun saya tetap semangat dan tiba2 saja saya iseng melihat garis tangan sesama peserta pameran dan seperti biasa saya bla bla bla lalu suasana yang semula sepi jadi heboh lagi…Saya manfaatkan saja siapa yang mau ”diramal” beli dulu jamu saya….he he mereka mau tuh.Tepat jam 16.00 pameran ditutup. Saya amat bersyukur dagangan laris manis…..temen2 banyak yang berkomentar wah bu Ning kalau jualan heboh….pantes saja laris manis. Nah ceritera selanjutnya tentang perjalanan ke Singapura serta peluang untuk pasar dunia akan saya tulis khusus..juga pertemuan dengan sahabat milis yang baru jumpa namun serasa seperti saudara….mas Bobby dan mas Rio…..nantikan tulisan saya selanjutnya.Semoga ceritera dan canda saya bermanfaat bagi anda…Salam dan doa sehat sukses bahagia. Ning Harmanto

Categories: Chickensoup
  1. December 1, 2007 at 8:02 am

    Wah…cerita Bu Ning sangat bertenaga, auranya benar-benar terasa beda…
    Laris..laris. …laris. …
    Lancar..lancar. ..lancar. ..

    Sukses selalu Bu Ning
    Semoga kita, member TDA yang lain segera ketularan..amin

    Salam,
    Faif
    http://faifyusuf. com

  2. February 5, 2008 at 6:01 am

    Ya ibu…memang nampaknya jualan itu sungguh luar biasa sekali…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: