Home > Informasi Kesehatan > KANKER LEHER RAHIM

KANKER LEHER RAHIM

Di Negara maju , karsinoma serviks menempati urutan keempat setelah karsinoma payudara, kolorektum,dan endometrium. Dinegara berkembang, karsinoma serviks menempati urutan pertama. Puncak karsinoma insitu adalah usia 20-30 tahun pada perempuan keturunan Afrika-Amerika,maupun Kaukasian. Perempuan usia lebih dari 65 tahun dilaporkan 25 % menderita karsinoma servikal invasive dan 40 % hingga 50% kematian terjadi akibat karsinoma servikal ( CancerNet,2001).

Faktor resiko mayor untuk kanker servikal adalah infeksi dengan virus papilloma manusia ( HPV ) yang ditularkan secara seksual. Penelitian epidemiolodi di seluruh dunia menegaskan bahwa infeksi HPV adalah faktor penting dalam perkembangan kanker sevikal ( Bosch et al, 1995 ). Faktor resiko lain untuk perkembangan kanker servikal adalah aktivitas seksual pada usia muda , paritas tertinggi , jumlah pasangan seksual yang meningkat, status sosioekonomi yang rendah, dan merokok ( CancerNet, 2001 )

Gejala Kanker Leher Rahim

Tidak ada tanda atau gejala yang specifik untuk kanker serviks, Karsinoma serviks prainvasif tidak memiliki gejala, namun karsinoma invasif dini dapat menyebabkan keputihan yang makin lama makin berbau busuk dan atau pendarahan vagina. Walaupun perdarahan adalah gejala yang signifikan , perdarahan tidak selalu muncul pada saat –saat awal sehingga kanker sudah dalam keadaan lanjut pada saat didiagnosis.Jenis perdarahan vagina yang paling sering adalah setelah bersetubuh ( 75-80%) atau bercak antara menstruasi. Bersamaan dengan tumbuhnya tumor , gejala yang muncul kemudian nyeri punggung bagian bawah atau nyeri tungkai , frekuensi berkemih yang sering dan mendesak ,hematuri ( kencing berdarah ) atau perdarahan rektum.

Pencegahan

Membuat diagnosis karsinoma serviks yang klinik sudah agak lanjut tidaklah sulit. Yang menjadi masalah ialah bagaimana mendiagnosis dalam tingkat yang sangat awal . Kesepakatan secara nasional melacak atau mendeteksi dini setiap wanita sekali saja setelah melewati usia 30 tahun dengan cara pap smear.

Uji Pap telah menurunkan angka kematian akibat kanker serviks secara signifikan di Amerika Serikat –angka kematian menurun 70% dari tahun 1950-1970 dan 40% dari tahun 1970-1995. Rekomendasi terbaru dari American Cancer society adalah untuk melakukan pemeriksaan pelvis ( panggul ) dan pap smear setiap tahun bagi semua perempuan yang telah aktif secara seksual atau telah mencapai usia 18 tahun . Setelah tiga kali atau lebih secara berturut-turut hasil pemeriksaan tahunan ternyata normal, Uji pap dapat dilakukan dengan frekwensi yang lebih jarang atas kebijaksanaan dokter.

Pemeriksaan

Evaluasi untuk karsinoma serviks adalah pemeriksaan dengan inspeksi atau palpasi, fungsi hati dan ginjal, foto toraks, sistoskopi,proktosigmoidoskopi dan CT Scan.

Pengobatan

Metode pengobatan adalah dengan bedah, terapi iradiasi, kemoterapi,atau kombinasi metode-metode tersebut.

Info artikel ini diambil dari buku Ibu Sehat dan Cantik dengan Herbal karya Ning Harmanto, dicetak oleh PT Elex Media Komputindo.

Categories: Informasi Kesehatan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: